PosKlinik - Penyebab Timbulnya Jerawat bisa disebabkan karena folikel rambut tersumbat oleh percampuran
sel kulit mati, kotoran, dan sebum (zat yang diproduksi kelenjar minyak
yang berfungsi mencegah kekeringan pada kulit). Kemudian, terinfeksi oleh bakteri yang menyebabkan peradangan pada daerah sumbatan
tersebut. Sehingga sampai menyebabkan munculnya benjolan berwarna merah dan berisi nanah.
Pada kasus komedo hitam, sumbatan folikel tersebut
membuka pori-pori kulit. Sebaliknya pada kasus komedo putih, sumbatan
folikel tersebut berada tidak jauh di bawah permukaan kulit dan
menciptakan tonjolan. Jerawat biasa dan komedo sebenarnya tidak boleh
dianggap enteng karena kondisi tersebut bisa berkembang menjadi jerawat
parah, misalnya berkembang menjadi pustula, papula, nodul, atau bahkan
kista apabila sumbatan folikel turut dijangkiti oleh bakteri kulit.
Ada beberapa faktor yang dapat memicu atau meningkatkan risiko seseorang mengalami jerawat, di antaranya:
- Masa pubertas. Hal ini biasanya dialami oleh remaja. Pada masa pubertas, produksi sebum oleh kelenjar minyak akan meningkat seiring dengan tingginya produksi hormon testosteron. Dan terkadang, produksi sebum tersebut melebihi kuantitas yang dibutuhkan oleh kulit.
- Perubahan hormon. Diperkirakan bahwa jerawat yang terjadi pada orang-orang dewasa disebabkan oleh perubahan kadar hormon. Delapan dari sepuluh kasus jerawat pada orang dewasa, terjadi pada wanita, karena wanita lebih sering mengalami perubahan hormon pada masa-masa tertentu, yaitu ketika menstruasi dan kehamilan. Jerawat kerap muncul pada sebagian wanita menjelang periode menstruasi. Sedangkan pada wanita hamil, jerawat biasa muncul pada tiga bulan pertama kehamilan. Bagi wanita yang mengalami kondisi yang disebut sindrom ovarium polikistik, selain munculnya jerawat, naiknya berat badan serta munculnya kista kecil di dalam ovarium juga bisa terjadi.
- Efek samping penggunaan kosmetik. Penggunaan kosmetik juga menentukan timbulnya jerawat. Penggunaan kosmetik yang mempunyai bahan kimia yang cenderung tidak cocok dengan kulit wajah, berpotensi besar menimbulkan terjadinya jerawat. Jadi pemilihan kosmetik haruslah diperhatikan demi menjaga kesehatan kulit.
- Iritasi akibat benda yang dikenakan. Bintik jerawat juga bisa muncul akibat gesekan atau tekanan dari material yang kita pakai terhadap kulit secara terus-menerus. Contohnya bintik yang muncul di kening akibat terlalu sering mengenakan ikat kepala dan bintik di punggung akibat rutin memakai ransel.
- Kecanduan merokok.
- Stres.
- Efek samping obat-obatan. Hal ini biasanya terjadi pada penggunaan obat lihium, steroid, dan antiepilepsi. Suplemen vitamins B2, B6, dan B12 juga dapat menyebabkan efek samping berupa jerawat.
- Keturunan. Jika kita memiliki orang tua yang pernah yang bermasalah dengan jerawat, maka kita berisiko besar mengalami hal yang sama. Bahkan tingkat keparahan jerawat bisa saja lebih tinggi terutama sebelum memasuki usia dewasa. Selain itu, apabila orang tua kita masih memiliki masalah dengan jerawat, maka kita juga berisiko mengalami hal yang sama meski sudah memasuki usia dewasa.
Baca Juga : Pengertian Tentang Jerawat dan Cara Mengatasinya
Banyak yang tidak terlalu memahami jerawat, meski itu merupakan salah satu masalah pada kulit yang dialami sebagian besar orang. Pemahaman yang kurang lengkap sering kali memunculkan sejumlah anggapan yang tidak masuk akal mengenai jerawat, misalnya:
- Seseorang akan tertular oleh jerawat yang dialami oleh orang lain.
- Meremas atau memencet komedo adalah cara terbaik untuk menghilangkan jerawat. Padahal, meremas atau memencet jerawat hanya akan membuat gejalanya makin parah, bahkan dapat meninggalkan bekas luka.
- Aktivitas seksual dapat berdampak kepada kemunculan jerawat.
- Jerawat disebabkan oleh pola makan yang buruk.
- Kebersihan yang buruk atau kulit yang kotor dapat menyebabkan jerawat.
- Berjemur baik secara alami dan buatan, dapat mengobati gejala jerawat.
Semua anggapan di atas tidak benar. Satu hal penting mengenai
kebersihan kulit, yaitu kebersihan kulit tidak berkaitan dengan
munculnya jerawat karena jerawat timbul akibat reaksi biologis yang
terjadi di balik permukaan kulit. Justru kondisi kulit kita akan
memburuk jika kita mencuci muka lebih dari dua kali sehari ketika sedang
berjerawat.
Belum ada bukti secara pasti bahwa berjemur di
bawah sinar matahari atau berjemur dengan teknik buatan dapat mengobati
jerawat. Banyak obat jerawat yang justru membuat kulit kita menjadi
lebih sensitif terhadap sinar. Akibatnya paparan sinar bisa menyebabkan
kulit rusak, bahkan risiko kanker kulit bisa meningkat.
Menurut
informasi dari sejumlah situs, pasta gigi dapat mengeringkan jerawat.
Meski pasta gigi memang mengandung zat antibakteri, namun pasta gigi
juga mengandung zat yang dapat membuat kulit mengalami iritasi dan
rusak. Oleh sebab itu, penggunaan pasta gigi untuk mengobati jerawat
tidak disarankan. Apoteker atau dokter bisa memberikan saran mengenai
pengobatan yang jauh lebih aman dan efektif.
ConversionConversion EmoticonEmoticon